
Vaksin HPV sering dianggap sebagai vaksin yang hanya dibutuhkan oleh perempuan untuk mencegah kanker serviks. Padahal, virus HPV juga dapat menginfeksi laki-laki dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kutil kelamin hingga beberapa jenis kanker. Karena itu, memahami manfaat vaksin HPV untuk laki laki menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan diri sendiri sekaligus pasangan.
Vaksin HPV bekerja dengan membantu sistem kekebalan tubuh mengenali tipe human papillomavirus tertentu sebelum virus tersebut menimbulkan infeksi. Perlindungan terbaik diperoleh apabila vaksin diberikan sebelum seseorang terpapar HPV, tetapi sebagian laki-laki yang sudah aktif secara seksual juga masih mungkin mendapatkan manfaat setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Lalu, apa saja manfaat vaksin HPV bagi pria dan kapan sebaiknya vaksin diberikan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
BOOKING VAKSIN HPV ANDA DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT
Mengapa Laki-Laki Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?
Seseorang dapat terinfeksi HPV meskipun hanya pernah mempunyai satu pasangan seksual. Infeksi juga bisa terjadi tanpa menimbulkan gejala, sehingga seseorang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya membawa atau pernah terpapar virus.
Tidak seperti kanker serviks yang mempunyai metode skrining rutin, belum tersedia program skrining umum yang setara untuk semua kanker terkait HPV pada laki-laki. Oleh karena itu, pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah yang penting.
HPV juga bukan hanya masalah kesehatan perempuan. Data CDC Amerika Serikat periode 2018–2022 mencatat sekitar 22.827 kasus kanker terkait HPV pada laki-laki setiap tahun. Kanker orofaring merupakan jenis kanker terkait HPV yang paling banyak ditemukan pada laki-laki dalam data tersebut.
Data tersebut berasal dari Amerika Serikat sehingga tidak menggambarkan angka kejadian di Indonesia secara langsung. Namun, data ini menunjukkan bahwa laki-laki juga menghadapi risiko penyakit serius akibat HPV.
CDC menyatakan bahwa vaksin HPV dapat mencegah lebih dari 90% kanker yang disebabkan oleh tipe HPV yang ditargetkan vaksin apabila perlindungan diberikan secara optimal.
Pemerintah Indonesia juga telah memasukkan anak laki-laki dalam target perlindungan HPV. Kementerian Kesehatan RI menargetkan 90% anak perempuan dan laki-laki di Indonesia mendapatkan imunisasi HPV pada 2030, dengan pelaksanaan untuk anak laki-laki direncanakan dalam periode 2028–2030.
Baca juga : Apakah Vaksin HPV Bisa untuk Orang Dewasa?
8 Manfaat Vaksin HPV untuk Laki Laki
Setidaknya ada 8 manfaat vaksin HPV untuk laki-laki, yaitu :
1. Membantu Mencegah Kutil Kelamin
Salah satu manfaat vaksin HPV untuk laki laki adalah membantu mencegah kutil kelamin atau kondiloma akuminata.
Kutil kelamin umumnya berkaitan dengan HPV tipe 6 dan 11. Gardasil 9 memberikan perlindungan terhadap kedua tipe tersebut serta tujuh tipe HPV lainnya.
Kutil kelamin biasanya berbentuk benjolan kecil atau sekumpulan benjolan di sekitar penis, skrotum, selangkangan, paha, atau anus. Meskipun biasanya tidak berkembang menjadi kanker, kutil kelamin dapat:
- Menimbulkan rasa tidak nyaman.
- Mengganggu kepercayaan diri.
- Membutuhkan pengobatan berulang.
- Kembali muncul setelah terapi.
- Menular kepada pasangan.
HPV tipe 6 dan 11 diketahui menyebabkan sekitar 90% kasus kutil kelamin.
Vaksin tidak dapat mengobati kutil yang sudah muncul, tetapi dapat membantu mencegah infeksi baru dari tipe HPV yang dicakup oleh vaksin.
2. Mengurangi Risiko Kanker Anus
Infeksi HPV yang menetap dapat menyebabkan perubahan abnormal pada sel di area anus. Dalam jangka panjang, perubahan tersebut dapat berkembang menjadi kanker anus.
Risiko penyakit terkait HPV pada anus dapat lebih tinggi pada beberapa kelompok, seperti:
- Laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki.
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Orang yang hidup dengan HIV.
- Orang dengan riwayat infeksi atau penyakit terkait HPV.
Bukti yang digunakan oleh Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP menunjukkan bahwa vaksinasi HPV pada laki-laki memberikan manfaat dalam mencegah kutil kelamin, lesi prakanker anus, dan kanker anus.
3. Menurunkan Risiko Kanker Tenggorokan akibat HPV
HPV dapat menginfeksi area orofaring, yaitu bagian belakang tenggorokan yang mencakup pangkal lidah dan amandel.
Infeksi yang bertahan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kanker orofaring. Jenis kanker terkait HPV ini justru menjadi kanker terkait HPV yang paling sering ditemukan pada laki-laki dalam data CDC Amerika Serikat.
Gardasil 9 diindikasikan untuk membantu mencegah kanker orofaring dan kanker kepala serta leher tertentu yang disebabkan oleh tipe HPV di dalam vaksin.
Vaksinasi sejak usia remaja memberikan kesempatan bagi tubuh untuk membangun perlindungan sebelum kemungkinan terpapar virus.
4. Membantu Melindungi dari HPV yang Berkaitan dengan Kanker Penis
Kanker penis tergolong jarang, tetapi beberapa kasus dapat berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi yang menetap.
Vaksin HPV membantu mencegah infeksi dari tipe-tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker. Dengan mencegah infeksi sejak awal, risiko terbentuknya perubahan sel abnormal di kemudian hari juga dapat berkurang.
Perlu dipahami bahwa tidak semua kanker penis disebabkan oleh HPV. Vaksin hanya memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berkaitan dengan tipe HPV yang terkandung di dalam vaksin dan tidak dapat menjamin perlindungan 100%.
5. Membantu Melindungi Pasangan
Vaksinasi HPV bukan hanya bermanfaat bagi penerima vaksin. Ketika lebih banyak orang terlindungi, penyebaran tipe HPV yang dicakup vaksin di dalam masyarakat juga dapat menurun.
Hal ini dapat memberikan perlindungan tidak langsung kepada pasangan dan kelompok lain melalui efek kekebalan kelompok.
NCI melaporkan bahwa peningkatan cakupan vaksinasi pada perempuan di Amerika Serikat diikuti dengan penurunan infeksi HPV oral pada laki-laki yang belum divaksinasi. Temuan tersebut menunjukkan adanya kemungkinan perlindungan tidak langsung melalui penurunan penularan virus di masyarakat.
Namun, laki-laki tetap sebaiknya mendapatkan perlindungan secara langsung dan tidak hanya mengandalkan status vaksinasi pasangan.
6. Memberikan Perlindungan sebelum Terpapar HPV
Vaksin HPV paling efektif apabila diberikan sebelum seseorang melakukan aktivitas seksual atau terpapar virus.
Itulah sebabnya vaksinasi umumnya direkomendasikan sejak usia praremaja. Vaksinasi pada usia tersebut bukan berarti anak akan segera melakukan aktivitas seksual, melainkan memberikan perlindungan jauh sebelum risiko paparan muncul.
Respons kekebalan tubuh terhadap vaksin juga cenderung lebih baik pada usia yang lebih muda. CDC merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11–12 tahun dan dapat dimulai sejak usia 9 tahun.
7. Tetap Mungkin Bermanfaat bagi Laki-Laki yang Sudah Aktif Secara Seksual
Sudah aktif secara seksual bukan berarti vaksin HPV pasti tidak lagi berguna.
Seseorang mungkin pernah terpapar satu tipe HPV, tetapi belum tentu pernah terpapar seluruh tipe yang dicakup oleh vaksin. Karena itu, vaksin masih mungkin memberikan perlindungan terhadap tipe HPV lainnya.
Namun, perlu dipahami bahwa:
- Vaksin HPV mencegah infeksi baru.
- Vaksin tidak membersihkan infeksi HPV yang sudah ada.
- Vaksin tidak mengobati kutil kelamin.
- Vaksin tidak mengobati kanker atau lesi prakanker yang sudah terbentuk.
Manfaat vaksin pada usia dewasa perlu dinilai berdasarkan usia, riwayat vaksinasi, kondisi kesehatan, dan kemungkinan paparan baru di masa depan.
8. Memberikan Perlindungan Jangka Panjang
Pemantauan selama lebih dari 15 tahun menunjukkan bahwa vaksinasi HPV memberikan perlindungan yang aman, efektif, dan bertahan lama terhadap infeksi penyebab kanker.
CDC juga menyatakan bahwa belum ditemukan bukti bahwa perlindungan vaksin berkurang secara bermakna selama periode pemantauan tersebut.
Meskipun demikian, penerima vaksin perlu menyelesaikan jumlah dosis yang direkomendasikan agar perlindungan dapat terbentuk secara optimal.
Baca juga : Vaksin HPV Gardasil di Jakarta
Usia Berapa Laki-Laki Sebaiknya Mendapatkan Vaksin HPV?
Sebagai acuan umum, rekomendasi CDC membagi vaksinasi HPV berdasarkan kelompok usia berikut.
| Kelompok usia | Rekomendasi umum |
|---|---|
| Usia 9 tahun | Vaksinasi sudah dapat dimulai |
| Usia 11–12 tahun | Usia yang direkomendasikan untuk vaksinasi rutin |
| Usia 13–26 tahun | Vaksinasi susulan apabila belum pernah atau belum lengkap |
| Usia 27–45 tahun | Dapat dipertimbangkan setelah berdiskusi dengan dokter |
Gardasil 9 mempunyai indikasi penggunaan pada anak laki-laki dan pria berusia 9–45 tahun. Namun, batas izin penggunaan produk tidak selalu sama dengan rekomendasi vaksinasi rutin.
Pada usia 27–45 tahun, manfaat rata-rata vaksinasi lebih rendah dibandingkan pemberian pada usia muda karena kemungkinan paparan HPV sebelumnya lebih besar. Meski demikian, beberapa orang tetap dapat memperoleh manfaat berdasarkan penilaian bersama dokter.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi bahan pertimbangan pada usia dewasa antara lain:
- Belum pernah menerima vaksin HPV.
- Seri vaksin sebelumnya belum lengkap.
- Kemungkinan mempunyai pasangan baru pada masa mendatang.
- Memiliki kondisi yang meningkatkan risiko penyakit terkait HPV.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
- Membutuhkan perlindungan terhadap tipe HPV yang belum pernah menginfeksi tubuh.
Keputusan akhir sebaiknya dibuat setelah konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Baca juga : Apa Perbedaan Vaksin HPV Gardasil dan Cervarix?
Berapa Kali Vaksin HPV Diberikan kepada Laki-Laki?
Jumlah dosis vaksin HPV dipengaruhi oleh usia ketika dosis pertama diberikan dan kondisi sistem kekebalan tubuh.
1. Dua Dosis
Dua dosis umumnya direkomendasikan bagi orang yang memulai vaksinasi sebelum ulang tahun ke-15.
Sebagai acuan CDC:
- Dosis pertama diberikan pada jadwal awal.
- Dosis kedua diberikan 6–12 bulan setelah dosis pertama.
Apabila kedua dosis diberikan dengan jarak kurang dari lima bulan, dosis ketiga mungkin diperlukan.
2. Tiga Dosis
Tiga dosis umumnya direkomendasikan bagi:
- Orang yang memulai vaksinasi pada usia 15 tahun atau lebih.
- Orang dengan kondisi tertentu yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Jadwal umum tiga dosis adalah:
- Dosis pertama pada bulan ke-0.
- Dosis kedua sekitar 1–2 bulan setelah dosis pertama.
- Dosis ketiga sekitar enam bulan setelah dosis pertama.
Jadwal spesifik dapat berbeda sesuai merek vaksin, usia, kondisi kesehatan, rekomendasi klinis, dan ketentuan yang berlaku. Ikuti jadwal yang diberikan oleh dokter atau fasilitas vaksinasi.
Baca juga : Vaksin HPV Gardasil di Bintaro
Vaksin HPV untuk Laki Laki di Klinik NK Health
Pencegahan infeksi HPV perlu dilakukan melalui vaksinasi di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksin hpv. Jika Anda mencari tempat yang tepat untuk melakukan vaksinasi HPV, klinik NK Health adalah pilihan yang terbaik untuk anda. Klinik Nk Health menawarkan vaksin HPV untuk laki laki dengan tenaga medis profesional yang siap memberikan penjelasan lengkap tentang vaksinasi serta manfaatnya untuk anda. Selain itu, NK Health juga menawarkan harga vaksin HPV yang kompetitif dan proses vaksinasi yang nyaman.
NK Health menawarkan layanan vaksinasi yang nyaman dan terpercaya, serta berbagai jenis vaksin HPV seperti Gardasil 9, Gardasil 4, dan Cervarix. Selain itu, dengan fasilitas medis yang lengkap dan pelayanan yang cepat, Anda dapat merasa aman dan nyaman saat menjalani vaksinasi di sini. Jika Anda belum mendapatkan vaksin HPV, jangan tunda lagi! Lindungi diri Anda dan keluarga dari kanker serviks dan penyakit akibat virus HPV dengan vaksinasi di NK Health.
BOOKING VAKSIN HPV ANDA DI KLINIK NK HEALTH TERDEKAT